Ketika Aku keTRIGGER!

Kali ini ada hal menarik yang ingin aku bahas yaitu kaitannya antara drama Korea TRIGGER dan juga pengalaman hidup yang aku alami. Sebenarnya banyak banget topik yang ingin dituangkan dalam tulisan namun lagi-lagi hanya berakhir pada pembahasan dan diskusi dalam diri internal saja. Karena menulis itu perlu meluangkan waktu untuk menyusun kata-kata yang tentunya harus dilakukan dalam keadaan fokus. 

Jika kamu bukan pecinta drama korea maka jangan skeptis dulu ya, gak semua drama korea itu tentang romansa, salah satunya drama Trigger ini. Untuk kamu yang sudah menonton dramanya maka kamu dapat mengingat kembali target tokoh karakter yang berbeda di setiap episodenya. Jika kamu belum menonton dramanya, maka akan aku ceritakan sekilas agar tergambarkan point penting dalam drama ini.

Tokoh pertama yaitu seorang pemuda yang sedang berada di kereta. Ia menegur seorang pria yang duduk di kursi khusus untuk ibu hamil, sedangkan di depan kursi tersebut ada seorang penumpang wanita yang sedang hamil dan berdiri. Padahal yang dilakukan pemuda ini sudah benar yaitu menegur penumpang lain yang bukan prioritas, namun orang yang ditegur tersebut malah marah dan ibu hamil seolah tidak mau memancing keributan karena hal tersebut nampak menarik perhatian penumpang lainnya. Berulang kali ibu hamil itu mengatakan tidak papa dan sebentar lagi akan turun. Bukan hanya disitu saja, pemuda ini juga tinggal di sebuah kosan yang kecil dan sempit, namun penghuni lainnya bersikap seenaknya yang melanggar peraturan kosan, seperti mengambil makanan di kulkas milik orang lain, suara berisik dari bermain game, mengobrol sambil minum minuman beralkohol, merokok sembarangan, bahkan sampai membawa wanita ke kosan. Pemuda ini sudah mengadukannya kepada pihak penjaga atau pengelola kosan karena ia merasa terganggu akibat ulah penghuni lain yang melanggar peraturan kosan. Karena hal tersebut mengakibatkan ia tidak fokus belajar, apalagi sepertinya mungkin ia mengalami gangguan kecemasan atau lainnya karena ada scane dia berkonsultasi dengan psikolog. Namun pengelola kosan malah mengabaikannya, dan seolah menyalahkan pemuda ini dan menyuruhnya agar tidak hanya belajar melainkan keluar, berjemur dan lain-lain yang tentunya bukan solusi atas permasalahan yang terjadi. Belum lagi ucapan-ucapan kasar setiap orang yang ia tegur, padahal hal yang dilakukan pemuda ini sudah benar, namun tetap saja mereka yang salah justru malah tidak terima dan balik menyerang dengan umpatan dan kata kasar. 

Tokoh kedua seorang ibu yang sudah tua selalu berdiri di depan gedung perusahaan tempat almarhum anaknya bekerja. Ia hanya ingin pimpinan perusahaan meminta maaf atas kecelakaan kerja yang menimpa anaknya bahkan sampai anaknya meninggal. Namun meskipun sepanjang hari ibu itu mengungu pimpinan yang keluar atau masuk di depan gedung perusahaan, ibu itu selalu diabaikan dan dihalangi oleh security.

Tokoh ketiga dua orang pelajar yang menjadi korban bully di sekolah. Selalu di siksa, direndahkan, diambil uangnya, dijadikan pesuruh, dan diteror. Hanya karena mereka orang lemah yang tidak bisa membela diri sehingga siswa lain yang lebih kuat seenaknya melakukan hal yang tidak memanusiakan manusia seperti itu. Padahal siswa yang di bully tersebut merupakan anak yang disayang oleh orang tuanya. Ibunya bekerja membanting tulang berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan mereka seenaknya memaksa untuk mengambil KTP ibunya, agar dapat dimanfaatkan untuk hal tidak baik oleh pelajar nakal tersebut. 

Selanjutnya dua tokoh utama di drama ini juga mengalami ketidakadilan. Tokoh protagonisnya mengalami hal tragis yaitu orang tuanya meninggal akibat dibunuh oleh perampok dan hanya ia sendiri yang hidup sewaktu ia kecil. Saat di kantor polisi, perampok itu dengan santainya duduk dalam penjara sambil memakan roti, sedangkan tokoh utama saat itu yang masih anak anak memikul beban luka, dendam, sedih, amarah yang luar biasa kepada penjahat tersebut dan ia menyodorkan pistol ke arah perampok dan ingin menembaknya. Untungnya ia bisa mengendalikan dirinya dan tidak menembak perampok itu. Hingga akhirnya ia dibesarkan oleh polisi yang menangani kasus perampokan dan pembunuhan keluarganya itu. Sampai akhirnya ia menjadi polisi seperti sekarang. 

Sedangkan tokoh utama antagonis juga mengalami hal dark sekali. Sejak bayi ia dibuang oleh ibunya di panti asuhan, namun orang yang mengaku sebagai orang panti itu merupakan orang jahat yang sengaja mengumpulkan bayi yang dibuang untuk dibesarkan dan dipekerjakan. Bahkan sejak kecil, salah satu mata tokoh antagonis itu dijual. Tidak cukup sampai disitu, bahkan ia dijual ke Amerika untuk dijual organnya dan saat proses pembedahan datang penggerebakan untuk menangkap praktik illegal itu. Namun akhirnya masa remaja tokoh antagonis ini dilakukan untuk bertahan hidup di Amerika sampai akhirnya ia tergabung dengan orang-orang yang memproduksi senjata dan diangkat sebagai anak. Saat dewasa ia memiliki dendam dan kenangan buruk tentang Korea dan ia ingin menyebarluaskan senjata atau senapan agar dapat digunakan oleh rakyat sipil biasa.

Dari latarbelakang para tokoh-tokoh karakter tersebut bisa kita ambil garis besar, bahwasanya mereka awalnya merupakan orang baik, yang taat akan peraturan, ingin merasakan keadilan, bukan orang yang salah karena mereka hanya korban. Namun mereka mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya, mereka direndahkan, diabaikan, dan di caci maki oleh orang-oang yang berperilaku tidak baik. Tentunya mereka sudah bersikap sabar, sampai akhirnya mereka sudah tidak sanggup lagi menahan perasaan itu. Orang sabar bukan berarti tidak memiliki emosi, tentunya ia merasa sedih, marah, kesal, kecewa dan lain-lain. Hingga akhirnya hal-hal eksternal di luar kendalinya itulah yang mentrigger kondisinya untuk menekan pelatuk pistol itu. Ia luapkan rasa kekecewaan, amarah, muak, sedih, perasaan diabaikan, dan semua perasaan yang selama ini ia tahan dan menumpuk. Jika sudah begini maka mereka dilabeli sebagai penjahat dan pembunuh karena telah menembak para bedebah tidak tau diri itu. Akhirnya norma dan peraturan dalam kehidupan yang selama ini ia pegang teguh rusak. Seperti pribahasa “Karena nilai setitik rusak susu sebelanga.”

Ketika menonton drama ini karena penonton disuguhkan dari semua sudut pandang sehingga saya sangat memahami sekali bagaimana yang mereka rasakan. Karena ya saya pernah ada diposisi itu dimana rasanya diperlakukan tidak adil, merasa di abaikan, dan dikecewakan. Apalagi hal tersebut terjadi di luar kendali diri saya. Hal penghambat yang sering menghadang di perjalanan saya adalah faktor eksternal atau faktor luar. Seperti perjuanganku saat menyelesaikan skripsi bisa kalian baca disini ya

Ditulisan ini aku akan melanjutan kisah perjuanganku yang sebenarnya belum selesai, namun saya rasa saya harus menuangknnya dalam tulisan agar perasaan saya lebih lega. 
Jika kalian membaca tulisan-tulisanku tentunya kalian tau betapa semangatnya aku menjalani profesi sebagai guru muda honorer. Tulisan yang pernah aku tulis yaitu sebagai berikut. 

Ditahun 2023 semua guru honor di instansi tempat aku bekerja mendaftarkan P3K bahkan 4 orang guru baru yang terakhir bergabung disekolah yang berbeda 1 semester dibawahku bisa ikut mendaftar dan terdapat formasi. Sedangkan hanya aku sendiri di sekolah Guru yang tidak ikut mendaftar P3K Karena tidak muncul formasi Guru Biologi, yang muncul yaitu formasi Guru Agribisnis Tanaman, Guru Agrebisnis Ternak dan Guru TIK. Sebagian orang menyarankan agar aku tetap mendaftar. Namun aku memilih tidak mendaftar karena formasi yang muncul tidak sesuai dengan passion dan ijazahku. Aku memilih untuk sabar tidak ikut mendaftar dan tes P3K. 
Di tahun itu hampir semua guru honorer di sekolah tempat aku mengajar di terima P3K. Termasuk 4 orang guru yg baru masuk itu namun ada 1 diantara 4 guru itu ada yang tidak lolos. Jika ditanya bagaimana perasaan ku saat itu oh tentu saja sangat sedih dan kecewa. Semua bisa mendaftar dan ikut P3K hanya aku yg tidak bisa mendaftar karena tidak ada formasi yang sesuai bidangku. 

Seiring berjalannya waktu, bahkan proses namaku masuk ke dapodik dan pembuatan NUPTK pun berjalan banyak sekali drama dan banyaknya waktu yang diundur-undur terus oleh faktor eksternal. 

Masa pembukaan P3K tahun 2024 bahkan lebih parah. Baru tahap akan mendaftar P3K saja sudah tidak bisa mendaftar. Tulisan yg muncul masa kerja kurang dari 2 tahun, padahal masa kerja saya sudah mencukupi 2 tahun lebih tapi tetap tidak terdata. Stuck disitu! Aku dan rekan kerjaku yang TMT nya bareng coba mengecek dapodik kita mungkin saja karena kesalahan penulisan TMT di dapodik oleh operator, akhirnya kami berusaha untuk ke Kantor Dinas Pendidikan Lampung untuk memperbaiki TMT kami. Namun tetap saja tulisannya seperti itu. Kami masih berdoa semoga bisa berpengaruh untuk pendataan PPG nanti. Jujur saya sudah pasrah dan sudah males lagi mau ngurus ngurusnya karena pergi ke dinas memerlukan waktu dan juga ongkos transport dll karena cukup jauh. 
Hingga akhirnya di penghujung akhir tahun 2024 di bulan Desember munculnya info bahwa honorer seperti kami yang sebenarnya memenuhi kriteria masa kerja tapi tidak bisa mendaftar maka harus mengurus berkas seperti rekomendasi kepala sekolah gitu dan berkas lainnya. Akhirnya kami penuhi persyaratan berkas dan kami antar berkas ke dinas lagi. Jujur saja disini rasanya saya seperti dipermainkan "Oh begini ya sebentar sebentar peraturan dan kebijakan itu bisa berubah" pikir saya. 

Hingga akhirnya awal Januari 2025 kami bisa mendaftar P3K Tahap 2. Itupun proses pendaftaran diperpanjang diperpanjang terus. Saat saya cek formasi P3K Biologi sekitar 96 orang. Nah 90 orang sudah keterima pada P3K Tahap 1. Sisa 6 formasi lagi untuk P3K tahap 2. Ada guru yang bilang nilaimu harus besar biar lolos. Seharusnya kami tes bulan April ternyata H-beberapa hari lokasi berubah dan jadwal berubah lagi. Akhirnya tes diundur di bulan Mei. 

Ini pertama kalinya saya mengikuti tes P3K sehingga sebelumnya saya mencoba untuk prepare belajar. Rasanya luar biasa sekali 2 jam lebih nonstop menatap layar monitor rasanya mata sangat pedas belum lagi diburu-buru oleh waktu. Setelah mengerjakan tes rasanya lemas sekali energi saya sangat terkuras. Saya mendapatkan Skor 573. Jika melihat nilai murni yang paling besar maka nilai saya masuk ke 6 formasi itu, namun jika harus bersaing dengan mereka yang sudah memiliki sertifikat pendidik maka saya belum tau pasti jumlah yang memiliki serdik berapa orang. 

Tibalah pengumuman bulan Juli dan DorrrrrrRrrr benar saja Biologi yg lolos 6 orang itu yg memang sudah punya serdik. Jadi yang katanya nilainya harus besar biar lolos, faktanya tidak menjamin! Nilai saya sudah besar bahkan lebih besar nilai murni saya dibanding sebagian besar peserta Biologi yang serdik tetapi tetap saja tidak lolos. Sedangkan ada rekan saya mapel lain nilainya tidak besar namun formasinya banyak ya dia lolos lolos saja. 

Bagaimana perasaan saya? Ohhh tentu saja campur aduk, meskipun saya sudah berusaha sejak awal agar jangan berharap tapi tetap saja ada rasa yang disayangkan. Terutama ketika menyampaikan informasi tersebut kepada orang tua bahwa saya tidak lolos. Untungnya saat pengumuman itu ketika masih libur sekolah sehingga saya berusaha menata diri saya kembali untuk bangkit lagi agar tidak berlarut larut sedih dan terpuruk.

Di bulan Juli dapatlah kabar bahwa akan diadakan PPG Dalam Jabatan 2025 saya tidak mau berharap karena biasanya hasilnya zonk. Ternyata saya terpanggil PPG Daljab 2025. Jujur saja ketika membuka SIMPKB itu tidak degdegan sama sekali karena sudah seringnya dapet zonk jdi yaudah menyiapkan hati klo mungkin aja gk kepanggil. Saya mengikuti masa pembelajaran bulan Juni-Juli. Alhamdulillah adik saya sedang libur dirumah sehingga saya bisa pinjam Laptop nya karena laptop saya sudah jadul banyak kendala, dan tidak support apk teryentu. Padahal sudah di upgrade namun tetap saja sudah sepuh dia. Dengan drama membuat video yang luar biasa sekali perjuangannya. Alhamdulillah bisa saya katakan lancarlah. Meskipun sebenernya ada rasa kurang puas tapi ya not bad lah.

Namun lagi-lagi ada hal tak diduga saat saya melaksanakan UTBK PPG 2025 Sesi 1 dihari pertama pelaksanaan. Awalnya berjalan lancar dikala yang lain terkendala sinyal dan laptop. Namun kemudian peserta lain mengeluhkan sinyal putus kata pengawas itu servernya down serentak punya saya sempat keputus juga lalu nyambung lagi saya selesaikan 3 soal pilgan lalu saya klik kirim soal pilgan itu dan ternyata tulisannya sedang proses terusss kata pengawasnya masalah nasional yang lain juga mengalami ditunggu saja Bu sambil klik CTRL+C+B.

Namun tetap saja tidak mau keluar dan pengawas tetap mengarahkan agar menunggu saja. Sampai akhirnya semua peserta yang lain sudah selesai dan tinggallah saya sendiri. Jam 12 pengawas baru menawarkan ibu tidak mau mengganti laptop? Ya kalau boleh saya ganti Bu. Saya langsung pergi ke sekolah meminjam laptop teman. Namun ketika login tulisannya waktu sudah habis. Pengawas sudah memberikan kalimat penutupan, ujiannya sampai disini. Saya tanya kelanjutan saya bagaimana ya Bu. Kata beliau tahun sebelumnya yang terkendali akan ujian ulang. Saya berpikir kalau retaker berbayar kan. Gimana ya udah mah lagi kurang sehat, ternyata gk berjalan lancar, wah gagal nih ujian PPG mana kemarin P3K udah gk lolos. Pecah udah nangis saja di ruang tengah dekat dapur karena saya zoomnya disana yg bisanya saya nangis diem diem sendiri dikamar gk ada yg tau tapi kali ini pecah udahan jujur merasa gagal banget. Padahal bukan kesalahan internal saya melainkan kesalahan faktor eksternal. 

Lalu 10 menit kemudian saya ditelpon oleh pengawas untuk mencoba lagi mengerjakan namun waktunya hanya 45 menit untuk menjawab 65 soal pilgan. Karena saya masih agak ingat jawaban tadi jadi saya coba untuk kejar mengerjakan ketika kurang 3 soal lagi mau klik kirim tiba tiba keputus lagi lalu tersambung lagi sinyalnya lalu layarnya gelap. Saya coba di laptop lain, baru juga mau buka Exambrowsernya langsung hitam juga layarnya blank. Berarti kan memang servernya masa sampe 2 laptop tampilannya sama hilang dan kursor gk bisa bergerak. Akhirnya ya sudahlah mau gimana lagi menunggu info selanjutnya kata pengawas. 

Saya tanya di grub apakah ada yang mengalami hal yang sama seperti saya. Ternyata ada 1 grub 4 orang yang terkendala seperti itu. Pengawasnya dari Univ yang sama beda orang saja. Yasudah yah saya sambil mencerna apa yang saya alami, sambil berusaha untuk menerima meskipun rasanya belum ikhlas masih sebel. Karena kalau kata rekan saya pengawas dia mah gercep langsung diarahin klik X saja biar langsung ngulang gk ditunggu sampe waktu habis gitu. Tapi ya gimana saya hanya mengikuti arahan saya disuruh tunggu yasudah ditunggu. 
Berharap semoga bisa ikut perbaikan dengan menunggu info selanjutnya. Lah koq ternyata nama saya gk ada di daftar mahasiswa perbaikan. Padahal kendala yang saya alami masuk kriteria belum menyelesaikan pilgan karena pas klik kirim nyangkut  katanya data di pengawas pun sedang mengerjakan karena jawaban nyangkut itu, study kasus sama sekali GK kebuaj karena tulisannya masih sedang proses yg mengirim jawaban pilgan. Saya tanya admin LPTK katanya tanya ke pengawasnya. 

"Saya sudah tulis nama Ibu di berita acara. Jika ada keputusan setelahnya, mohon maaf di luar kuasa saya Bu"
"Ya Bu. Saya paham, tapi juga tergantung dari pusat menerima atau tidak usulannya 🙏"

Lagi lagi dari pusat dari pusat. Terus saya menghubungi dari pusat siapa ini? Saya minta tolong ke pengawas untuk konfirmasi ke pusat khawatirnya nama saya keselip apa gimana soalnya kan yang pengawasnya dia hanya saya yang terkendala tapi ya tidak di balas. 

Ya Allah gini amat ya, kenapa ya kegagalan yang saya alami semua kebijakan pusat, semua kebijakan pemerintah, sehingga saya tidak bisa berkutik di luar kendali saja. Kalau faktor internal masih bisa saya usahakan atau kalau karena faktor internal saya bisa lebih iklas krna kesalahan saya, lah ini loh bukan saya yang salah koq saya yang harus nanggung dampaknya. Jujur ya saya ngerasanya muak sekali dengan kebijakan negeri ini yang menyengsarakan rakyat. Karena berpengaruh sekali ke pekerjaan dan pendapatan saya sebagai guru honorer yang gajinya jauhh sekali dengan pekerjaan lainnya yang mencapai UNP/UMR. Dari yang awalnya saya masih care coba cari tau apa sih kebijakan- kebijakan yang mereka buat ini salahnya dimana saya bantu share juga agar kita tidak dibodohkan oleh kebijakan itu. Sampai akhirnya saya muak dan DAH LAH TERSERAH!!!!

Jujur saya menghadapi dan mencerna kondisi ini udah capek, udah GK ada rasa sedih, tapi rasa kesel, jengkel, dan kecewa. Justru saya ngerasa sedih ketika saya menyampaikan kabar ini kepada orang tua saya. Beliau yang merasa sedih, terutama Ibu, bilang. 
 "Dari dulu kamu nih suka kena apes terus jaman sekolah yang seragamnya dapet yang jelak lah, celana olahraga jahitannya dapet yang GK rapihlah inilah, Sekarang udah jadi guru adaa aja kendalanya kemarin P3K udh gk lolos ini lagi PPG kendala lagi. Orang lain aja nilainya kecil lolos tuh P3K."
"Ibu ni udah beberapa bulan ini Solat Tahajud doain kamu semoga lolos P3K, Dilancarkan PPGnya, dan Segera ketemu Jodohnya"

Hmmm kalau udh ibu yang ngomong gitu sedih ya, jujur saya ngerasa gagal jadi anak. Memang setiap fase kehidupan saya tidaklah berjalan mulus selalu ada rintangan yg menghadang.

Namun ketika saya menyimak video dari Ust.Adi Hidayat. 
"Karena orang yang hebat tidak akan pernah sepi dari ujian untuk membuat dia lebih kuat menghadapi tantangan dalam kehidupannya".

Masya Allah luar biasa sekali kalimatnya.
Jangan lihat dari gagalnya, patahnya, tidak mulusnya, tapi hikmah di balik itu semua mungkin dengan banyaknya kegagalan itu yang membuatku bertumbuh dan semakin kuat. Karena faktanya faktor utama yg menyebabkan kegalalan adalah faktor eksternal di luar kendali internal ku.

Sore tadi ibuku bertanya lirih gimana hasilnya? Padahal pengawas aja gk bales chatku yang panjang lebar kemarin itu, yaudah dioper sana sini admin LPTK juga jawabannya disuruh nanya pengawas, sedangkan pengawas responnya begitu bukan kuasanya itu dari pusat aku udah coba tanya rekan kerja, tanya influencer guru yang sering bahas soal PPG dan jawabannya begitu. Dah lah sampai aku ada di fase. "Yaudahlah GK usah ngemis ngemis minta bantuan kalau emang GK mau bantu."
Aku jawab pertanyaan ibuku, "Dah lah kalau Gk lolos dan harus Retaker bayar yaudah. Gk usah ribet nanya lagi, ujungnya tetep aja dioper sana sini gk ada kejelasan! Dah capek pikiran perasaan daripada setres mending yaudah pasrah aja berserah diri Gimana Allah aja lah." 
Dah gk usah dipikirin! 
Lakukan hal lain yang bisa membuatku menikmati hidup GK usah berlarut-larut dalam perasaan terpuruk!

Jika kita kaitkan dengan drama Trigger tadi, bisa saja jika aku tidak bisa mengendalikan diri apalagi dengan kondisiku yang sudah muak dengan semuanya bisa saja aku tarik pelatuk pistol itu. Namun kan memang aku gk punya pistol seperti di drama dan juga aku berusaha untuk tidak menyakiti dan membunuh diriku sendiri dan juga orang lain.  

Yang membedakan kita yaitu umat Muslim, tentu kembali kepada-Nya lah, berserah diri dan bertawakal kepada-Nya yang bisa kita lakukan. Alih-alih melampiaskan kebencian, dendam, amarah lebih baik kita kembalikan diri kita kepada Allah SWT.  Sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 216, yang artinya: 
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." 

Saya yakin permasalahan yang saya alami mungkin tidak begitu besar bagi kalian yang mengalami perjalanan hidup luar biasa yang lebih berat dari saya. Tujuan saya menulis ini sebagai reminder bagi saya, jika di masa depan saya membutuhkan penyemangat dan motivasi lagi saya bisa membaca tulisan ini sebagai pengingat bahwasanya dulu saya sudah melalui ujian ini, dan tentunya saya harus yakin di masa depan kehidupan saya akan lebih baik lagi atas segala kegagalan-kegagalan yang telah saya alami di masa muda ini. 






Postingan populer dari blog ini

ROMANSA

Bukan karena SIAL tapi harus SIAP