Tahun Kedua Setelah Lulus Kuliah
Long time no see... ini adalah lanjutan tulisan 1 tahun yang lalu di medium. Seputar bagaimana progres 2 tahun setelah lulus kuliah.
Di akhir cerita sebelumnya, setelah 4 bulan menggantikan sementara guru PNS yang sedang cuti PPG, aku diminta melanjutkan menjadi guru honorer di SD Negeri dari tanggal 1 November 2021. Bulan Desember sempat membagikan rapor siswa, dan merasakan keriweuhan menjadi wali kelas ketika semesteran, seperti input data dan nilai siswa semua mapel, ngeprint, menyelipkan lembar rapor disampulnya, hingga membawa tumpukan raport tebal ke kelas.
... ... ... ... ... ...
Sebelumnya, ketika libur sekolah biasalah ya suka menggalau di twitter. Disitu sedang ngescreenshoot video yang muncul ada tulisan random mengenai hal yang akan terjadi di tahun 2023. Ternyata hasil screenshoot random saya tulisannya “pindah kerja”. Saya upload hasil ss tersebut dan saya berikan cuitan harapan-harapan saya, semoga hal itu dapat terjadi di tahun 2023. Karena sejujurnya baru 1 semester saya kerja disini saya sudah merasa sangat tydack nyaman. Salah satu hal yang bikin tidak nyaman adalah guru PNS yang dulu saya gantikan beserta suaminya yang juga mengajar di sekolah yang sama, sudah mulai menjodohkan saya dengan rekan kerja di sekolah. Saya tau orang yang dijodohkan tersebut merupakan Mantannya adik kelas saya yang rumahnya tidak jauh dibelakang rumah saya. Awalnya saya biasa saja ya kalau diledekin, toh saya tidak pernah sekalipun berada dekat dengan orang tersebut dan saya juga tidak suka. Tapi semua guru ketika di kantor selalu meledeki, menjodoh-jodohkan.
Padahal jaman sekolah dulu ketika teman-teman suka mencieee-cieekan saya, apalagi kepada orang yang tidak saya suka masih saya anggap becanda saja gk papa, terakhir pas KKN sempat dijodoh-jodohkan juga sama Kordes (Koordinator Desa alias ketua kelompok KKN di desa tersebut) tapi ya biasa saja malah ledekan teman-teman seposko saya ladenin. Karena saya tahu itu becanda. Tapi kali ini beda, ledekan dan candaannya tidak seperti teman sebaya yang meledek, karena emak-emak dan bapak-bapak yang meledek, you know lah bahasa mereka, makin lama koq jadi ngerasa makin sebel. Sampai sering menghela nafas dan berpikir, “Ya Allah gimana ya caranya aku bisa keluar kerja dari sini. Mau resign gk mungkin karena baru 1 semester”.
Qadarullah ketika saya sedang ngeprin di kantor, saya dapat WA dari kakak kelas saya yang memberikan info ada lowongan di SMA. Dia menjelaskan bahwa sementara mengajar Seni Budaya dulu, nanti ketika guru Biologi yang keterima P3K sudah resmi pindah tugas, maka saya menggantikan dia mengajar Biologi sesuai bidang saya. Setelah penantian beberapa hari Alhamdulillah dapat kabar baik . Saya ingat ketika itu hari sabtu, saya dipanggil ke SMA dan diminta mengajar mulai hari Senin. Langsung saya sampaikan kepada Bpk/ibu guru di SD bahwa saya diminta mengajar di SMA. Hari itu juga saya langsung bilang kepada Guru Penanggung Jawab saat itu, namun belum ada keputusan. Sehingga saya belum sempat memikirkan kata perpisahan langsung kepada anak kelas saya karena masih menunggu keputusan. Setelah pulang sekolah saya dipanggil ke kantor dan diperbolehkan pindah mengajar di SMA, dan boleh langsung pamitan. Alhamdulillah legaaa sekali, meskipun sempet nangis ya karena terharu, sebab ketika saya mengunggu lowongan guru di SMP/SMA sekolah inilah yang sudah memberikan kesempatan kepada saya, sehingga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran 1 semester yang berkesan sekali terutama tingkah anak-anaknya yang selalu berkesan .
Lembaran baru di dunia kerja saya mulai dari tanggal 10 Januari 2022 (Semester II TP 2021/2022) untuk pertama kalinya saya mengikuti upacara setelah sekian lama tidak pernah upacara setelah lulus sekolah dan juga pandemi. Setiap sisi sekolahan itu selalu mengingatkan saya dengan kenangan saya bersama teman-teman di masa putih abu-abu. Ingat sekali dahu berpakaian lengkap dan rapi di barisan siswa. Saat ini berada di barisan guru, bersama dengan Bapak/Ibu guru saya dulu yang kini menjadi rekan kerja.
Awal masuk sudah jelas ya memperkenalkan diri terlebih dahulu. mayoritas guru-guru yang mengajar saya dahulu sudah hafal dengan saya, serta bersosialisasi dengan guru-guru muda yang baru saya temui. Sehingga tidak terlalu sulit untuk beradaptasi disini.
Saya mengajar 12 kelas (6 kelas MIA dan 6 kelas IIS), setiap kelas 2 jam pelajaran (JP), sehingga dalam seminggu saya mengajar 12 x 2JP = 24 JP. Untuk guru mapel honorer di SMA/SMP biasanya di hitung per JP nya berapa lalu tinggal dikalikan. Alhamdulillah per JP di SMA Negeri tempat saya bekerja bisa dibilang lumayan lah, jika harus dibandingkan dengan gaji honorer saya sebelumnya di SD yang tidak dihitung per JP melainkan sebulan sudah dipatok sekian rupiah.
Di semester pertama saya mengajar, banyak sekali murid yang merupakan adik dari teman-teman saya dulu di SMA. Sehingga ketika melihat murid saya tersebut, menjadi teringan dengan teman-teman dulu. Karena kebanyakan dari mereka terlihat sama persis seperti teman saya. Bukan hanya itu, saya juga mengajari adik saya sendiri. Awal masuk ke kelas adik saya, rasanya ingin tertawa, untung saja saat itu masih pakai masker jadi saya senyum senyum sendiri pun tidak terlihat. Meskipun saya mengajari adik saya, tapi ketika di rumah saya tidak akan spoiler mengenai soal ulangan. Bahkan ketika bikin naskah soal, saya sempat menyimpan file dokumen dengan nama yang aneh biar adik saya tidak tahu kalau itu soal PTS. Saya pun juga ikutan lupa ketika itu memberi nama file nya apa. Hingga akhirnya harus bikin lagi naskah tersebut karena lupa nama file nya apa dan di letakkan di folder apa, karena sudah saya cari tidak ada.
Setelah pulang mengajar di SMA, biasanya saya langsung mengajari anak-anak yg meminta saya menjadi guru les mereka. Tidak banyak, kurang lebih yang awalnya 1 nambah menjadi 2 dan sekarang kurang lebih ada 8. Saya memang tidak mengajari banyak anak untuk les, karena terkait waktu dan efektifitas. Saya mengajar les 1 Minggu 3 kali.
Cukup ada beberapa drama seputar dunia kerja di 6 bulan pertama saya mengajar.
Hingga akirnya sampilah di tahun ajaran baru 2022/2023. Alhamdulillah di tahun ajaran baru ini saya sudah mengajar sesuai dengan Bidang saya yaitu Biologi, dan guru yang keterima P3K sudah pindah tugas. Sehingga saya mengajar kelas XI yang merupakan kelas mapel pilihan, saya mengajar Kelas BIOLOGI 3, 4, 6, 7, 9. Karena di kurikulum merdeka sudah tidak ada lagi jurusan kelompok IPA/IPS, sehingga peserta didik bebas memilih mapel peminatan. Sehingga total saat ini saya mengajar 5 kelas yang 1 kelas nya 5 JP. Sehingga 5 x 5JP = 25 JP. Alhamdulillah perJP nya sejak bulan Oktober mengalami kenaikan.
Di hari Rabu sepulang sekolah saya juga memberikan pelajaran tambahan untuk latihan Kompetisi Sains Nasional (KSN) bidang Biologi.
Saya bersyukur sekali bisa mengajar dikelas mereka anak-anak BIO 3,4,6,7,9. Karena mereka merupakan peserta didik pertama saya di kelas Biologi ini, sangat berkesan sekali dan tidak pernah saya duga sebelumnya. Sehingga saya ingin menceritakan kisah saya bersama mereka disini.
BIO 3. Semester 1 saya mengajar di kelas ini kebagian 2 kali dalam seminggu dan itu di jam terakhir terus, jam rawan ingin pulang.😀 Diketuai oleh M.Ferdi yang humoris, dengan siswa aktifnya Andien, Salsabila, Angel, Yulia Citra. Yang asyik sendiri main berdua gk ada bosennya Zaki dan Dimas, yang hobi tidur dikelas ada Indra dan Rengganis, Herdita yang tomboy dan suka teriak tegas buat meredam kebisingan kelas, ada Ilham yang kalem, Fitra yang diem diem tapi nilainya suka bagus, Lutfi dan Ismi yang suka main ulek-ulekan di bawah pohon kala istirahat, ada Benny yang suka berbagi ilmu dengan Andika, Imam,dan Dicky, ada Eva yang suka care kepoin saya, Asjad yang kadang kalau nyeplos kyk gak pakai rahang 😅 serta beberapa siswa lainnya yang tidak saya sebut satu satu tapi membersamai di kelas.
Uniknya, ternyata saya ada plot twis sama si ketua kelas. Ketika itu saya iseng tanya rumah Ferdi dimana dan dia menjelaskan letak rumahnya, tapi saya kurang faham yang mana. Singkat cerita saya sebut nama seseorang yang saya kenal di lokasi tersebut dan alangkah kagetnya dia jawab, “Lah bu,itu nama ibu saya”. Asli tidak menyangka sih, jadi saya sudah kenal dengan ibunya Ferdi sejak saya kecil. Dulu saya tinggal diperumahan di PT, dan tetangga saya jarak beberapa rumah itu rumah pakde nya Ferdi. Saya sering main ke sana, di rumah itu sesekali ada neneknya Ferdi juga, dan ibunya juga dulu sering berkunjung ke rumah pakde nya itu. Bahkan ketika saya masih kecil dulu, saya pernah diberi oleh neneknya hiasan porselen kecil yang ada di rumah pakdenya Ferdi. Selain itu Ferdi dan Andien juga merupakan teman adik saya ketika di SD dulu. Sebelumnya Ferdi pun nyampaikan kepada saya bahwa dia dulu sering main bareng adik saya karena latihan untuk lomba tali temali di SMK.
BIO 4. Pertama kali saya masuk kelas ini agak canggung. Tapi ternyata anak-anaknya asyik juga, ada Alif si ketua kelas+profesor di kelas ini, Andi yang kinestetik always gerak gk bisa diem di tempat duduk kebetulan dia atlet lari juga, ada Rossa, Rebi, Tarisa, Tri Winda, Syerli rombongan belakang geng nunggu bis anak Gunung Agung, ada Nafa si mayoret cantik, Nadya yang diem kalem dipojokan, ada Sindy yang selalu nunda ngumpul tugas, ada Elxa Gheni yang tulisannya rapih banget, yang aktif dikelas ada Adellia, Annisa Virgi, Dheandra, Meylika, ada juga Bella dan Andini Yesa yang suka ngayal lagi di bis study tour sambil selimutan pakai jarik bilang “Buk, kalau sampai POM Bensin atau Rest Area bangunin buk”, ada Firdaus soulmatenya Alif, Pardila yang hobi banget ngeledek tapi pas dapet tugas langsung pindah duduk ngedeketin Firdaus, ada Fikri Shafwan yang pendiam merhatiin dipojokan agaknya bakal jadi ketua PMR ni dia, ada Jefri yang baca PPT terus tidur tapi pas disuruh jelasin gambar di depan lancar jelasin sambil masang wajah khas bangun tidurnya, ada Sofyan dibelakang yang ada saja tingkahnya, Bachtiar dan Satrio yang diem diem bae di belakang nyumput di gorden.
Uniknya di kelas ini adalah satu-satunya kelas spesial bagi saya. Karena cuman kelas ini mapel Bio pembagiannya 3 JP, 1 JP, 1 JP di hari Rabu, Kamis dan Sabtu. Jadi hari Kamis saya hanya mengajar 1 JP di kelas BIO 4 saja, dan tidak ada jam lain, awalnya dijadwal sebelumnya kamis saya tidak ada jam mengajar. Tapi tidak apa-apa bersyukur saja rumah saya dekat jadi 08.30 berangkat, jam 09.30 sudah selesai ngajarnya. Ciri khas kelas ini, kalau hordeng di tutup semua, pintu rapat, tidak ada suara,sudah jelas mereka pada tidur berjamaah di dalam kelas. Apalagi di langit-langit atas diberi spiker punya mereka,yang suka iseng di play bunyi kunti ketawa, sayonara pulang, dan lagu-lagu galau jelas itu kerjaannya Andi.
Si Andi sukaaa banget ngepoin saya, sampai akhirnya saya balik ledekin dan kepoin. Akhirnya dia ceritakan kalau dia terlambat ke kelas karena ada burung hantu kesayangannya. Awalnya saya kira dia telat masuk kelas karena main games burung hantu, saya kepoin lagi akhirnya saya paham itu sebutan untuk “Crush” nya dia. Sampai akhirnya suatu ketika saya sadar siapa burung hantu yang dia maksud, karena saya juga mengajar di kelas burung hantu tersebut. Saya suka dengan sifat Andi yang murah senyum, senyumnya khas sekali. Saya juga baru tau ternyata Nafa adalah kakak dari anak kembar yang dulu merupakan murid saya di SD. Awal Desember adiknya ikut belajar les di tempat saya.
BIO 6. Pertama kali saya masuk kelas ini sudah direpotkan oleh Oza, yang berkomentar bu saya gak ambil Bio loh buk, tapi katanya minggu pertama ini ikutin dulu pelajaran yang ada dikelas. Eh besoknya pas jadwal fix sudah jadi setiap ketemu saya selalu bilang, “Bu saya pindah ngambil pelajaran Biologi ajalah bu saya gk mau ngambil Fisika pusing bu. Enak Bio di ajarin ibu ajalah, saya pindah ya bu”. Yang milih dia, yang pusing dia, tapi selama 1 semester kalau ketemu saya itu saja yang dibicarakan ingin pindah ke Biologi. Dia bicara seperti itu dengan nada ngeyelnya padahal saya tahu dia hanya becanda. Belum lagi ada Odi and the genk Rochim, Marko yang masih agak mending, Saiful dan Angga yang hampir mirip sehingga sering ketuker, ada Dafiq yang slay dan lembut, yang aktif dikelas ada Rihdatul kuadrat, Hanggana, Tri Dewi, Itsna, ada juga si kembar Salwa Dina, Nabila yang kalem di depan, Rimbi yang sering dispen, Naufal si ketua kelas yang suka ngikut alur Odi and the genk, Walady si ambis Olimp, ada Ferenika siswa moving satu satunya dari kelas sebelah, serta siswa lain yang juga ikut membersamai di setiap kegiatan.
Uniknya kelas ini ada di paling pojok deket toilet, deket kantin, dan deket mushola. Anak cowonya tidak bisa diam, and the genk sering izin ke toilet tapi muter bukannya ke toilet samping tapi toilet di GSG. Nanti habis dari toilet pasti mampir ke kantin, ya begitulah mereka. Tapi saya salut kelas ini kalau ulangan mayoritas nilainya banyak yang tuntas. 👍 Padahal kelas ini 5 jam di hari Sabtu jadi tempo pembelajaran saya bawa cepat mereka masih bisa mengikuti, sehingga tidak ketinggalan pelajaran jika dihari Sabtu ada acara/dipakai bersih-bersih di Minggu akan PTS/PAS.
BIO 7. Kelas ini suka bikin bingung dan salah penyebutannya. Kelas asli namanya kelas XI.8 tapi pas pelajaran saya jadi kelas Bio 7 kadang suka ketuker jadi Bio 8. Penghuni asli siswa dikelas ini sebenarnya pendiam, cocok dipadukan dengan anak-anak moving dari kelas XI.11 jadi bisa interaktif. Si paling jago Bio ini ada Norma Amelia, Madava yang kalau tugas gambar organ maunya di rumah saja gambarnya, Tegar yang diam cool di belakang yg merupakan adiknya adik kelas saya dulu, Tirta yang ada aja bolak balik tak panggil ke depan kalau sudah ngumpul tugas, Perwira siswa moving kelas sebelah yang suka males bawa kursis sendiri, ada Anita dan Juliana siswa moving yang bisa mencairkan suasana kelas, Ni Made yang ngantuk mulu maunya gurunya ngelawak biar dia tidak ngantuk, Mutia yang buku tulis Bionya paling besar dikelas, Widia dan Yessi si paling merhatiin dan mengerti ketika dijelasin, ada Zulfia yang sering saya chat kalau tanya tentang kelasnya, Radit si humoris yang sukanya muji tapi modus minta imbalan dispen kumpulan, Rivaldo everywere yang suka nongkrong dikelas lain jadi suka telat masuk kelas tapi paling seneng maju ke depan, Bagas si wibu yang ngirimin stiker Aizen ke grub 😀 tapi dia aslian sooopaaan bngt kalau menyapa gurunya, ada Adrian yang suka diledekin temennya tapi menang banyak karena suka gk remed, Dava yang sukanya duduk dibawah, Aditya Landung yang tulisannya suka bikin aku pusing tapi dia anaknya mau belajar dan berusaha, Aldy siswa pindahan dari kelas XI.3 yang lebih termotivasi semenjak pindah haluan, ketua kelas paling kalem yaitu Rendi Pangalila namanya selalu teringat karena mirip nama artis, serta siswa lain yang juga ikut membersamai di setiap kegiatan.
BIO 9. Kelas paling banyak dizikirin sama gurunya. Pasti kalau ke kelas ini harus banyak-banyak beristigfar dan sabar. Banyak anak cowonya tetapi susah diatur sehingga Adellya lah pawang mereka yang paling pas buat jadi ketua kelas. Yang aktif ada Ade Nayla, Yurenza, Zahra, Ovy, Nurul Fadilah, Anisa Zahra, dan tentunya Adellya, Filia satu satunya siswa moving yg nampaknya bisa adaptasi di kelas ini, Leni si kalem yang always respon chat saya di grub kelas 👍, Alin si suara lantang suka curcol, si paling anak MM (multimedia) yaitu Dira, ada Wanda yang kalau pelajaran saya suka sakit, bahkan kerokan di dalem kelas, tapi kalau sehat sering dispen kumpulan, Farel yang moodyan parah, Hendi si cs nya Farel, Defran, Valerian, Reza yang sukanya main game, Akbar dan Bukhori tom and jerrynya kelas ini yang paling semangat kalau bantu bantu bebersih Lab asal gk belajar katanya, Joko yang sukanya izin buang dahak terus menggok ke kantin, Anis, Herlina, Cindy, Lasda yang merhatiin dari pojokan sana, Tanzilin dan Andika yang kalau mode fokus mereka bisa koq, serta siswa lain yang juga ikut membersamai di setiap kegiatan.
Jujurly seru banget sih bisa kenal dan menjadi guru mereka. Apalagi mereka ini cukup barbar menurut saya. Ketika saya datang masuk kelas ada sesuatu yang berbeda dari saya mereka itu langsung tahu dan peka. “Buk, sepatu ibu baru ya?, “Bu HP ibu baru ya?” seringnya saya jawab, “Enggak baru ah, sudah lama ini kalian saja yang baru liat sambil tersenyum." Mereka tidak segan bertanya, “Bu, ibu mau nikah ya, itu ibu pakai cincin?” Bahkan soal cincin saja dibahas, soal cincin saya hanya menawab ketika itu, “Enggak, ibu belum ada calonnya” pasti mereka yang cowo langsung antusias bilang, “Bu sama saya saja.” Beberapa diantara mereka pun terkadang, merekomendasikan, "Sama saudara saya saja bu, bu sama kakak saya ya bu.” Kalau sudah begitu disenyumin saja hehe... Sebenarnya soal cincin, ini adalah cincin pemberian bapak saya kepada ke-3 putrinya. Cuman saya gk bilang begitu biar mereka penasaran sendiri saja.😅
Terkadang saya suka berpikir jika saya menjadi siswa juga di antara mereka, apakah saya bisa ikut merasakan keseruan yang meraka lakukan ini, atau saya hanya bisa sebagai penonton dan pengamat saja seperti yang saya lakukan ketika saya menjadi siswa di masa lalu. Entahlah, yang pasti mereka sangat berkesan bagi saya.
.. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ..
Sekian tulisan panjang ini, saya ucapkan terimakasih sekali kalau ada yang membaca sampai habis. Karena saya menulis ini sebagai kenangan juga untuk diri saya. Hingga di masa depan saya bisa kembali bersemangat ketika mengenang masa perjuangan merintis karir ini.
Semangat untuk bapak/ibu guru muda Indonesia yang sedang meniti karir di masa muda, yang sudah tidak dibuka lagi CPNS, namun P3K yang katanya solusi hanya bisa diikuti oleh mereka yang sudah terdaftar di dapodik, apalagi dengan kabar honerer akan dihapuskan. Entah lah bagaimana nasib guru honorer, semoga kedepannya lebih baik lagi. Semangat 💪!!!